Diposting pada tanggal 6 Desember 2017

MENUMBUHKAN NILAI-NILAI INTEGRITAS DI LINGKUNGAN
SMK NEGERI 1 SIDOARJO MELALUI PERANAN KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN SISWA DALAM GERAKAN ANTI MENYONTEK
MUHAMMAD KAMIM
PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN AHLI MUDA
SMKN 1 SIDOARJO
A. Pengantar
Pendidikan bagi suatu bangsa merupakan suatu sistem yang dibentuk untuk membangun sumber daya manusia sekaligus menjadi cermin peradaban suatu bangsa. Sebagaimana disebutkan dalam UndangUndang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3, disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sekolah/madrasah merupakan salah satu institusi pendidikan tempat dimana peserta didik belajar menumbuh kembangkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, karakter peduli, beretika, budi pekerti luhur, jujur dan berintegritas. Hal ini sejalan dengan permendikbud nomor 20 Tahun 2016 tentang standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah, bahwa kompetensi lulusan dalam siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap; (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, (2) berkarakter, jujur, dan peduli, (3) bertanggungjawab, (4) pembelajar sejati sepanjang hayat, dan (5) sehat jasmani dan rohani. Kegagalan pendidikan di sekolah, bisa menjadi tanda kegagalan membangun bangsa ini, karena peserta didik adalah para calon penerus bangsa ini.
Untuk membangun bangsa ini, bukan hanya dibutuhkan manusia-manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga bagaimana memiliki moral dan integritas yang tinggi. Nilai-nilai integritas yang dimaksud misalnya; kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, budaya malu, sikap kesatria, berani menanggung resiko, dan sebagainya. Semua warga sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, sampai satpam sekolah harus bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Sekolah harus menjadi zona jujur, zona yang berintegritas, zona dimana kecurangan merupakan perilaku yang tidak boleh mendapatkan toleransi. Warga sekolah secara bersama-sama dapat berupaya menanamkan nilai-nilai integritas saat di kelas maupun diluar kelas.
B. Masalah
.
Integritas suatu sekolah tidak dapat digambarkan secara umum melalui hasil Ujian Nasional saja, karena hanya mengukur integritas satu ujian saja. Sedangkan integritas suatu sekolah secara umum melibatkan semua aktivitas warga sekolah di lingkungan sekolah. Kepala sekolah harus berupaya membentuk kultur sekolah yang unggul, dan membangun lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai visi-misi sekolah, sebagaimana yang tertera dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah, kepemimpinan kepala sekolah harus membangun komitmen bersama warga sekolah mendukung pencapaian visi-misi dan tujuan yang ditetapkan oleh sekolah. Sedangkan guru sebagai pendidik dituntut untuk mampu secara terampil menghadirkan suasana dan aktivitas pembelajaran yang berorietansi pada penanaman nilai-nilai integritas.
Saat ini dipandang sangat penting untuk membangun kembali nilai-nilai integritas melalui sekolah, karena saat ini nilai-nilai integritas pada bangsa ini semakin merosot. Hal ini terlihat dari berbagai persoalan yang melanda bangsa ini. Banyak ditemukan orang-orang yang tidak jujur, dari kalangan pejabat, mahasiswa, dan para pelajar. Banyaknya kasus-kasus pembohongan dan ketidakjujuran yang berawal dari sekolah, kampus, sampai ke pemerintahan negara. Krisis moral dan akhlak seperti; menyontek, membolos, tawuran, prostitusi pelajar, narkoba, maraknya pungli oleh aparat, serta korupsi, kolusi, nepotisme yang dilakukan oleh sebagian pejabat pemerintahan kita.
Sekolah sebagai institusi pendidikan harus menjadi tempat yang dapat menumbuh kembangkan nilai-nilai integritas. Kepala sekolah, guru dan siswa harus mampu menciptakan kehidupan yang menjiwai nilai kejujuran. Guru harus memahami bahwa sekolah tidak hanya mengejar nilai atau predikat tertentu, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana membangun nilai-nilai kejujuran dan integritas pada setiap sendi kehidupan siswa di sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan resmi harus melakukan pembinaan generasi muda penerus bangsa, melalui berbagai strategi dan upaya-upaya yang dapat menumbuhkan kembali nilai-nilai integritas. Untuk itu, penulis ingin memaparkan ide dan gagasan tentang bagaimana upaya menumbuhkan nilai-nilai integritas di lingkungan SMK Negeri 1 Sidoarjo melalui peranan kepala sekolah, guru, dan siswa dalam suatu gerakan yang terorganisir, yaitu gerakan anti menyontek.
C. Pembahasan dan Solusi
Sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya membangun generasi-generasi yang berintegritas. Kaitannya dengan upaya membangun sekolah sebagai zona integritas, maka bagaimana disetiap ruang dan tempat di lingkungan sekolah merupakan zona integritas. Ruang dan tempat aktivitas peserta didik, mulai dari ruang kelas, ruang guru, laboratorium, kantin, perpustakaan, musola, dan lapangan olah raga, merupakan tempat pembelajaran menumbuhkan nilai-nilai integritas.
Beberapa upaya sekolah dalam membangun sekolah sebagai zona
integritas, yang sangat menarik adalah bagaimana upaya menanamkan
sikap jujur pada saat siswa melaksanakan ujian. Kecenderungan siswa untuk tidak jujur/menyontek adalah pada saat siswa mengikuti tes/ujian seperti; ulangan harian, ujian mid semester, ujian akhir semester dan lain sebagainya. Alasan yang dikemukakan siswa, tentang apa yang mendorong mereka ingin menyontek, diantaranya adalah :
Ini adalah beberapa alasan mengapa siswa melakukan kecurangan / menyontek ketika mereka mengikuti tes/ujian. Hasil wawancara kepada beberapa siswa-siswi SMK Negeri 1 Sidoarjo, secara umum mereka menyontek atau berkerjasama dalam mengerjakan tes. Adapun sumber contekan berasal dari siswa yang dianggap pintar atau mampu secara akademik. Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukakan siswa hal ini menunjukkan bahwa budaya menyontek sudah menjadi kebiasaan yang berlangsung sejak lama.
Pada saat guru melihat siswanya sedang menyontek pada saat ulangan, maka tentu guru harus langsung bertindak tegas, bukan malah memberi kebebasan anak untuk menyontek. Namun, persoalannya dengan jumlah siswa yang banyak, efektivitas, efisiensi waktu dalam mengontrol siswa saat ujian ini menjadi kendala tersendiri. Sehingga kebiasaan menyontek belum dapat diminimalisir. Untuk itu muncul ide/gagasan untuk membentuk suatu gerakan yang memerangi kebiasaan siswa dalam melakukan kecurangan pada saat melakukan tes/ujian. Suatu gerakan anti menyontek yang terorganisir, yang didukung oleh kepala sekolah, dewan guru, serta melibatkan siswa.
1. Peran Kepala Sekolah
Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam upaya tercapainya visi pendidikan nasional. kepala sekolah memiliki pengaruh terhadap kualitas praktik pengajaran dan pencapaian belajar peserta didik, karena kepala sekolah memiliki tugas sekaligus fungsi sebagai perencana program, pelaksanaan rencana kerja, dan fungsi pengawasan dan evaluasi. Kepala sekolah sebagai pemimpin, memiliki wewenang untuk melakukan kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekolah dalam upaya pengembangan nilai-nilai integritas. Kontrol dan evaluasi oleh kepala sekolah harus senantiasa menjaga atmosfer akademik yang kondusif, menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, rasa aman dan nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kedisiplinan, serta bagaimana kinerja guru dibangun dengan semangat integritas yang tinggi.
2. Peran Guru
Guru dalam pengelolaan suatu sekolah, diantaranya ada yang memiliki tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ( waka kesiswaan), wali kelas, dan tugas umum sebagai guru mata pelajaran,serta guru khusus bimbingan konseling. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola peserta didik, guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi, memfasilitasi, mendidik, membimbing, dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum, guru bimbingan konseling melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik.
Berkenaan dengan tugas wakil kepala bidang kesiswaan, tugas guru mata pelajaran, dan tugas guru bimbingan konseling dalam usaha pencapaian visi, misi, tujuan sekolah serta hubungannya dengan peserta didik, maka ketiganya dapat saling berkerjasama dalam upaya membangun nilai-nilai kejujuran di lingkungan sekolah. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam usaha bersama-sama membentuk gerakan anti menyontek, dengan melibatkan siswa sebagai ujung tombak perubahan. Waka kesiswaan, guru mata pelajaran, dan guru bimbingan sekolah berkerjasama dalam merekomendasikan siswa-siswi yang akan dijadikan pengurus gerakan anti menyontek. Pengurus gerakan anti menyontek adalah siswa-siswi yang dipilih berdasarkan ; (1) komitmen yang tinggi untuk membangun kejujuran, (2) merupakan figur teladan, seperti; pintar secara akademik; pengurus kelas; pengurus osis; anggota organisasi lainnya.
3. Peran Siswa dalam Gerakan Anti Menyontek
Pengurus gerakan anti menyontek adalah siswa-siswi calon pengurus yang telah ditetapkan sebelumnya oleh waka kesiswaan. Para calon pengurus dengan bimbingan waka kesiswaan membuat pembagian tugas-tugas sebagaimana mengikuti struktur kepengurusan suatu organisasi, struktur kepengurusan oleh siswa terdiri dari :
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
Koordinator kelas X ( Semua program keahlian )
Koordinator kelas XI ( Semua program keahlian )
Koordinator kelas XII ( Semua program keahlian )
Tujuan dibentuknya kepengurusan gerakan anti menyontek ini, adalah untuk menjalankan program-program yang mendukung pada upaya membangun sekolah sebagai zona integritas. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan pengurus gerakan anti menyontek bersama-sama memberikan pemikiran terbaiknya untuk menentukan strategi dan upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan. Sebagai langkah awal upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh gerakan ini diantaranya :
Pengurus gerakan anti menyontek bersama-sama perwakilan masing-masing kelas untuk mensosialisasikan gerakan anti menyontek (berkeliling kelas), setiap kali akan menghadapi ujian/tes, seperti ;ulangan harian, ujian mid semester, dan ujian akhir semester.
Membuat tulisan-tulisan kreaktif, dalam bentuk slogan, misalnya ; (1) saya malu menyontek saat ujian, (2) untuk apa nilai tinggi kalau bukan hasil sendiri, dan lain sebagainya.
Membuat poster kreatif, misalnya; gambar karuptor yang sedang dipenjara, dengan tulisan “beginilah jadinya kalau biasa tidak jujur’.
Siswa-siswi yang telah terdaftar kemudian disampaikan kepada guru dan wali kelas, dengan harapan mendapatkan apresiasi dari guru dan wali kelas dalam hal penilaian sikap.
Pembentukan gerakan anti menyontek ini merupakan upaya pembiasaan jujur dalam menghadapi ulangan supaya tumbuh budaya belajar yang tinggi pada diri anak. Agar kerja gerakan anti menyontek terus–menerus berkesinambungan, maka semua warga sekolah harus saling mendukung dan memiliki komitmen yang tinggi demi terciptanya sekolah yang menjadi zona integritas. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan pengurus dan gerakan anti menyontek harus mampu memberikan contoh teladan yang baik dalam berintegritas, serta senantiasa mendorong untuk komitmen dalam menjaga kejujuran saat mengerjakan ujian/ tes, ulangan harian, ujian mid semester, ujian akhir semester dan bentuk-bentuk tes lainnya. Selain itu gerakan ini harus mendorong anggotanya agar membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya, melatih kecerdasan emosional dan spiritualnya.
D. Kesimpulan dan Harapan
1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan dan solusi yang telah dipaparkan, maka untuk menumbuhkan nilai-nilai integritas di lingkungan sekolah, yang dapat dilakukan adalah :
2. Harapan Penulis
Kepada seluruh warga sekolah, dan segenap pemangku kepentingan pendidikan, dalam rangka untuk menumbuhkan nilai-nilai integritas di lingkungan sekolah, yang menjadi harapan penulis adalah :
DAFTAR PUSTAKA
Baswedan, Anis. 2016. Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) SMA 2016 Meningkat. Tersedia di http://www.kemdikbud.go.id. 06 Novemver 2016
Pemerintah Republik Indonesia . 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. Kementerian Pendidikan Nasional.
Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Jakarta : Kementerian Pendidikan Nasional.
Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah/madrasah. Jakarta : Kementerian Pendidikan Nasional.
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa
Widodo, Joko. 2015. Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Penganugerahan Sekolah Integritas, di Istana Negara, Jakarta, 21 Desember 2015.tersedia di http://setkab.go.id/sambutan-presiden-
Versi cetak
PERMASALAHAN & SOLUSI PENGAJARAN SISWA DALAM PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMKN 1 SIDOARJO Oleh : Drs. Abdul Choji ABSTRAK &n...
MENINGKATAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK KEJURUAN PERBAIKAN TELEVISI LCD/LED TIDAK HARUS MAHAL PENDAHULUAN Di era modern ini, kebutuhan informasi dan hiburan me...
PEMANFAATAN BUKU “SIDOARJO TEMPO DOELOE” SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA DI SMK NEGERI 1 DI SIDOARJO EKA OCTAVIYANTI...
SISWA BERMASALAH PERLU DIDAMPINGI BUKAN DIHAKIMI (Oleh : Wartini, S.Pd., M.Si.) Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar. Di san...
Kompetensi Guru PPKn sebagai “ character builder” dalam upaya Penguatan Pendidikan karakter untuk menjaga eksistensi bangsa Oleh : Muhamad Hari Purnomo Hadi, S....
MENGHADIRKAN PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN STRATEGI MOVIE LEARNING PADA BIMBINGAN TIK DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO Zia Nailillah Guru Bimbingan TIK SMK Negeri 1 Sidoarjo zianailillah@gm...
Berikan pendapatmu dari Web SMKN 1 Sidoarjo
![]() | Visitors | : | 809279 Visitor | ||||
![]() | Hits | : | 1730127 hits | ||||
![]() | Month | : | 523271 Users | ||||
| Today | : | 461 Users | ||||
![]() | Online | : | 5 Users | ||||