Hubungi
Home | Artikel

ARTIKEL STRATEGI MOVIE LEARNING PADA BIMBINGAN TIK


Diposting pada tanggal 6 Desember 2017

MENGHADIRKAN PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN STRATEGI MOVIE LEARNING PADA BIMBINGAN TIK DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO

Zia Nailillah

Guru Bimbingan TIK SMK Negeri 1 Sidoarjo

[email protected]

 

ABSTRAK

Pentingnya menjaga kualitas proses pembelajaran di abad 21 yang berkembang dengan pengaruh teknologi ini adalah sebuah upaya yang patut diperjuangkan oleh seorang guru. Khususnya di SMK Negeri 1 Sidoarjo, dengan berbagai kegiatan kejuruan yang mempengaruhi mentalitas peserta didik dalam proses pembelajarannya yang sangat padat. Kebutuhan peserta didik akan sebuah interaksi pembelajaran dikelas yang menyenangkan adalah prioritas seorang guru abad 21.

Menghadirkan pembelajaran abad 21 dengan strategi movie learning pada bimbingan TIK di SMK Negeri 1 Sidoarjo diharapkan mampu mempercepat penerimaan materi bimbingan yang dilaksanakan secara berkelompok ataupun klasikal di SMK Negeri 1 Sidoarjo untuk pencapaian target dan indikator indikator pembimbingan. Strategi movie learning merupakan salah satu strategi pembelajaran yang melibatkan pendekatan Multiple Intelligences/ kecerdasan majemuk.

 

Kata kunci : Movie Learning, pembelajaran abad 21, Bimbingan TIK, Multiple Intelligences, strategi pembelajaran SMK

 


 

  1. A.   PENDAHULUAN

Kewajiban guru TIK dalam pembimbingan TIK kepada peserta didik dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan di lapangan guru TIK harus dituntut mampu mempersiapkan materi / topik bahasannya dengan cara penyajian yang tepat, hal ini penting menjadi sebuah perhatian besar disebabkan alokasi waktu pembimbingan secara klasikal atau kelompok belajar dilaksanakan sangat singkat. Beberapa sekolah memberikan alokasi waktu 1 jam pembelajaran pada jadwal pembelajaran, namun beberapa sekolah tidak memberikan kesempatan tatap muka didalam kelas. Namu dalam pembahasan kali ini, guru bimbingan tik di SMK Negeri 1 Sidoarjo mendapatkan alokasi waktu tatap muka dikelas dengan durasi 1 jam pembimbingan.

Persiapan pembimbingan yang dilaksanakan secara tatap muka didalam kelas dengan pelaksanaan hanya 1 jam bimbingan atau 45 menit dirasakan tidaklah cukup, dikarenakan proses pembimbingan harus menggunakan perangkat teknologi baik untuk guru maupun untuk peserta didik. Tidak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk persiapan perangkat yang ada seperti laptop guru dan peserta didik, LCD, file presentasi pembimbingan,dan seluruh tahapan pembimbingan yang harus dilakukan. Seringkali guru mengulang penjelasan bimbingan dikarenakan metode yang dilakukan masih menggunakan ceramah dan demonstrasi. Penjelasan yang dilakukan dengan metode ceramah sangat sulit diterima oleh peserta didik karena materi/ topik bahasan dalam bimbingan TIK seharusnya dapat dihadirkan lebih nyata dan praktis. Metode demonstrasi masih dapat diterima oleh peserta didik, namun jika peserta didik tidak berinteraksi langsung dengan perangkat tersebut maka saat pertemuan itu peserta didik masih dapat menerimanya, namun beralihnya hari, kemampuan peserta didik dalam mengingat demonstrasi guru bimbingan TIK akan memudar.

Menghadirkan pembelajaran abad 21 dengan motode movie learning bimbingan TIK di SMK Negeri 1 Sidoarjo diharapkan mampu mempercepat penerimaan materi / topik bahasan bimbingan TIK dan tersimpan lebih lama pada memori jangka panjang peserta didik.

 

 

  1. B.   TINJAUAN PUSTAKA

Pembelajaran Abad 21

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran di era digital, pemanfaatan teknologi memberikan pengaruh sangat besar dalam proses pebelajaran. Pemanfaatan teknologi yang tepat mampu mengubah proses pembelajaran yang menjenuhkan didalam kelas. Pemanfaatan teknologi yang tepat mampu mempercepat pemahaman materi dan penyimpanan materi pada memory jangka panjang. Teknologi harus dapat dimanfaatkan sebagai alat dalam menciptakan pembelajaran yang menarik, teknologi harus mampu memfasiitasi peserta didik dalam menembus ruang dan waktu. Menciptakan pembelajaran abad 21 harus dilakukan oleh guru dan peserta didik, keduanya harus sama sama terlibat dalam menciptakan pembelajaran abad 21.

Pembelajaran abad 21 tercermin dalam beberapa hal berikut; 1) berfikir kritis dan mampu memecahkan masalah, 2) kreatif dan  inovasi, 3) berkomunikasi, dan 4) berkolaborasi.  Dalam berfikir kritis dan mampu memecahkan masalah, peserta didik harus mampu melakukan interkoneksi antar sistem pada materi yang dipelajari, berusaha memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi secara mandiri, kemampuan menyusun, mengungkapkan, menganalisa dan menyelesaikan masalah.

Strategi pembelajaran Multiple Intelligences

Strategi pembelajaran berdasarkan Multiple Intellegences sangat banyak jumlahnya. Seiring dengan kreativitas guru, database strategi multiple intelligences juga terus berkembang. Ungkapan SKY IS THE LIMIT paling pas untuk menggambarkan betapa luasnya aktivitas belajar dalam multiple intelligences.

Aplikasi langsung dari materi pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang berkaitan dengan kecerdasan interpersonal, matematis logis, kinestetis, dan linguistik. Pengalaman belajar seperti ini secara otomatis akan masuk dalam memori jangka panjang dan tidak akan terlupakan seumur hidup.

Karakteristik pendidikan kejuruan, membuat para peserta didik SMK Negeri 1 Sidoarjo mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran jika tidak diterapkan dengan metode dan teknik yang tepat. Hal inilah yang mendasari guru Bimbingan TIK menggunakan metode movie learning dalam pembelajaran. Metode movie learning mampu menghadirkan topik bahasan materi secara nyata karna disajikan dalam bentuk movie / film.

  1. C.   STRATEGI

Movie Learning

Strategi movie learning merupakan sebuah strategi pembelajaran yang mengaitkan konsep pembelajaran dengan tayangan film (munif chatib). Seluruh materi pembelajaran mulai dari indikator pembelajaran hingga target yang diinginkan terangkum dalam film yang akan diputar. Strategi movie learning dinilai sangat berkesan sebab dalam pelaksanaannya strategi ini memiliki kekuatan emosi dan mampu menyentuh multiple intelegences (kecerdasan majemuk) peserta didik dalam ranah spasial-visual yang kemudian dapat berkembang pada prosedur aktivitas yang dirancang oleh guru. Untuk memastikan strategi ini berjalan sukses dan efektif, maka guru harus memastikan bahwa siswa mampu mengambil manfaat dari film yang akan diputar. Berikut adalah prosedur yang harus diperhatikan oleh guru:

  • Konsep, yaitu materi yang diajarkan kepada siswa, biasanya terdapat dalam indikator hasil belajar.
  • Film, guru harus mampu selektif dalam memilih film yang akan menjadi solusi dari materi pembelajaran. Film dapat diputar secara utuh atau dipotong-potong, disesuaikan dengan waktu yang tersedia
  • Diskusi, setelah menyimak film siswa mendiskusikan isinya dengan masalah yang sesuai dengan indikator hasil belajar.
  1. D.   PEMBAHASAN

Dalam artikel ini penulis akan membahas pembimbingan terhadap peserta didik yang dilaksanakan secara klasikal atau kelompok belajar didalam kelas. Pelaksanaan bimbingan didalam kelas diberikan alokasi waktu 1 jam bimbingan yaitu 45 menit. Banyak permasalahan kemudian muncul pada pelaksanaan pembimbingan, Hal ini disebabkan karena waktu yang cukup singkat, dan materi yang disampaikan membutuhkan perangkat teknologi yang harus dipersiapkan sebelumnya. Dengan durasi waktu 45 menit, guru diharapkan mampu menyampaikan materi ataupun topik bahasan pada seluruh siswa dikelas yang nantinya akan dilanjutkan dengan bimbingan individu maupun berkelompok.

Penulis akan mengambil salah satu materi pembimbingan TIK tentang algoritma. Jika materi algoritma disampaikan dengan metode ceramah maka akan sangat membosankan. Jika metode yang diberikan dengan cara demonstrasi, peserta didik akan berfikir lebih keras untuk memahami demonstrasi guru, karna peserta didik hanya mengamati demonstrasi saja. Hal ini disebabkan oleh waktu yang disediakan sangat singkat. Dengan menyajikan materi algoritma menggunakan film “ALGORITM: The Heaker movie” Pada pembahasan materinya.

Sebelum pemutaran film, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok diberikan pertanyaan yang sama, dimana jawaban dari pertanyaan tersebut dapat ditemukan dalam tayangan film yang diberikan. Mereka diminta untuk membaca dan memahami pertanyaan yang diberikan. Ketika film mulai diputar, seluruh peserta didik memusatkan perhatian pada film yang diputar dan sesekali beberapa anggota kelompok mulai mencorat coret catatannya untuk berusaha mencatat hal hal penting yang mereka temukan dalam tayangan film.

Setelah film selesai, maka kegiatan dilanjutkan dengan berdiskusi bersama anggota kelompoknya, membahas tentang film tersebut dengan dipandu oleh guru bimbingan TIK. Beberapa komentar muncul dari beberapa anggota kelompok terkadang berbeda, dan mereka melakukan analisis bersama. Diksusi yang mereka lakukan sangat luar biasa. Peserta didik dengan cepat melakukan analisis tentang algoritma, dan mereka mampu memahami siklus pembuatan algoritma sederhana, yang mungkin tidak dapat mereka lakukan jika strategi pebelajarannya menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Dalam tanyangan film ini, seakan akan peserta didik merasakan secara langsung konsep algoritma.

Strategi analisis film ternyata sangat disukai oleh para peserta didik. Daya analisis mereka juga terpacu dalam tayangan film tersebut, sehingga peserta didik menjadi lebih kreatif dalam beropini bagai pengamat ahli yang mengomentari kegiatan para heaker dalam film “ALGORITM: The Heaker movie”

Penerapan strategi movie learning mampu memberikan percepatan penyampaian materi atau topik bahasan secara sistematis. Hubungan antara strategi movie learning dengan daya ingat menyimpan materi sangat kuat. Hal ini disebabkan panca indra penglihatan dan pendengaran yang digunakan peserta didik dalam menonton film menggerakkan emosionalnya. Penyampaian penugasan dilakukan dengan cara berfikir kritis menggunakan soal essai, mengaitkan materi bimbingan tik dengan realitas yang disajikan didalam film sehingga pembimbingan yang berlangsung dapat disimpan oleh peserta didik dalam memori jangka panjangnya.

  1. E.   SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pengalaman saya lakukan pada proses pembimbingan TIK di SMK Negeri 1 Sidoarjo, strategi ini sangat digemari oleh peserta didik. Sehingga peserta didik akan belajar dengan penuh semangat dan konsentrasi karena semua memusatkan perhatiannya.

Perencanaan pembimbingan harus dilakukan sangat matang mulai dari pencarian film yang tepat sesuai dengan materi /topik bahasannya, guru bimbingan juga harus memiliki kemampuan khusus dalam pemotongan bagian film yang diinginkan. Guru bimbingan juga harus mampu memberikan pertanyaan atau penugasan yang mampu mengarahka peserta didik untuk berfikir kritis.

Harapannya para pembaca khususnya pendidik di lingkungan SMK Negeri 1 Sidoarjo dapat menerapkan pembelajaran Movie Learning dalam roses pembelajarannya. Namun kemampuan para pendidik harus ditingkatkan dalam proses mendownload film dan melakukan pemotongan pada beberapa adegan film yang berhubungan dengan materi pembelajarannya saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.    DAFTAR PUSTAKA

Chatib, Munif, “Sekolahnya manusia;sekolah berbasis multiple intelligences di Indonesia”, 2009, Bandung, PT.Mizan Pustaka

http://ainamulyana.blogspot.com/2017/03/pembelajaran-abad-21-dan-kuikulum-2013.html

https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

http://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/permendikbud_45_15.pdf

https://mrwahid.wordpress.com/2011/11/15/strategi-movie-learning-dalam-pembelajaran-sejarah/

 

 

Versi cetak
#artikel, #bimbingan, #learning, #movie, #pada, #strategi, #tik

Artikel Terkait