Diposting pada tanggal 8 Desember 2017

MENINGKATAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK KEJURUAN
PERBAIKAN TELEVISI LCD/LED TIDAK HARUS MAHAL
Di era modern ini, kebutuhan informasi dan hiburan menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan. Teknologi televisi pun berkembang dari zaman ke zaman, dari TV tabung hitam putih, TV tabung berwarna, LED TV, hingga TV Plasma. TV LED sendiri adalah pengembangan dari TV jenis LCD, dengan perbuahan penggantian cahaya flourescent pada Backlight. Hal itu tentu memberikan peningkatan kualitas gambar tampilan di layar dengan signifikan.
Selain peningkatan kualitas pada gambar, teknologi LED sendiri memberikan keunikan lainnya, adalah TV LED memiliki ukuran yang tipis, umumnya hanya setebal 25mm. Uniknya, hal tersebut malah memberikan sudut pandang yang lebih luas untuk melihat tampilan pada layar, bahkan pada sudut penglihatan 45 derajat. Oleh karena itu, TV LED sangat cocok untuk digunakan pada ruangan dengan keterbatasan ukuran.
TV LED umumnya tidak memerlukan daya listrik yang tinggi, sehingga pemakaiannya tergolong hemat dibandingkan dengan jenis TV lainnya. Bahkan listrik yang digunakan bisa turun hingga 30 persen dari pemakaian normal TV lainnya. Salah satu faktornya adalah lampu LED yang tidak membutuhkan banyak daya. Ditambah lagi TV LED mempunyai tingkat radiasi yang mendekati nol, membuat tv ini aman digunakan untuk anak-anak dan orang tua.
Untuk mengimbangi kemajuan teknologi mau tidak mau kita terus mengejar dan belajar tentang teknik televisi LCD/LED. Belajar merupakan kegiatan yang mungkin cukup membosankan dan kurang terlalu diminati oleh para pelajar. Namanya juga manusia pasti ada rasa malas juga untuk belajar, terlebih untuk pelajaran yang dianggap sulit. Belajar memang tidak harus di sekolah saja. Belajar bisa dimana saja. Namun tentu belajar di bangku sekolah memberikan kita perspektif lebih baik dalam terutama sekolah menengah kejuruan yang mampu menuntun pada pembelajaran proses pelaksanaan standar oprasional prosedur.
Dalam menempuh pembelajaran peserta didik tentu perlu mendapatkan beberapa kata dan kalimat, yaitu pembelajaran teori yang menyenangkan dan pembelajaran Praktek yang menambah pengalaman. Model pembelajaran langsung menurut Arends (Trianto, 2011 : 29) adalah “Salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah”. Sejalan dengan Widaningsih, Dedeh (2010:150) bahwa pengetahuan prosedural yaitu pengetahuan mengenai bagaimana orang melakukan sesuatu, sedangkan pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan tentang sesuatu.
.
Membaca dari pendahuluan diatas, sepatutnya Sekolah Menegah Kejuruan dapat membaca peluang kerja yang mesti dihadapi. Semakin banyak penggunaan televisi LCD/LED dimasyarakat berarti nantinya akan ada peluang tentang teknik perawatan purna jual (perbaikan) yang akan ditimbul dimasyarakat nantinya.
Sekolah Menengah Kejuruan yang menjadi sekolah formal mestinya harus siap dalam mengatasi permasalahan ini. Yang berarti sekolah sudah siap dengan pembelajaran yang mengacu pada cara perbaikan televisi LCD/LED.
Permasalahannya adalah bagaimana cara peserta didik untuk memahami teknik perbaikan pada televisi LVD/LED. Apakah sekolah mampu dan berani memberikan/mengadakan perlengkapan yang cukup relatif mahal ? dan bagimana solusi kalau alat atau televisi yang dipakai untuk pembelajaran itu relatif mahal, misalkan membeli televise LCD/LED baru kemudian Dibongkar satu per satu dan digunakan untuk pembelajaran mengenal bagian-bagian televisi LCD/LED ? dan berapa lama tahan televisi itu digunakan untuk pembelajaran.
Tentunya sekolah akan mengalami permasalahan yang cukup rutin untuk mengganti televisi LCD/LED yang riskan akan kerusakan bila sering dilakukan pembogkaran pada proses pembelajaran praktek. Sehingga sekolah dihadapkan akan pengadaan televisi LCD/LED sangat mahal sebagai media pembelajaran praktek peserta didik.
informasi dan hiburan adalah kebutuhan dari masyarakat. Banyak dari macam - macam media yang ada saat ini bisa dijadikan salah satu pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sudah diketahui bahwa media masa beragam macamnya, ada media berbentuk media cetak dan media elektronik. Media cetak yang biasa menjadi langganan masyarakat itu koran. Seiring berjalannya waktu media elektronik menjadi pilihan dan prioritas utama bagi masyarakat. Media elektronik di antaranya radio, TV dan yang terbaru adalah internet.
Diantara media tersebut yang sangat diminati masyarakat adalah TV, bagi masyarakat umum, TV dinilai sebagai media yang paling murah karena disamping media yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat umum baik dari segi informasi dan hiburan. Dan televisi yang dimninati adalah televisi LCD/LED disamping mengkonsumsi daya listrik sangat kecil. Sekarang harus setiap rumah sudah memiliki televisi LCD/LED.
Sekolah menengah kejuruan (program keahlian Teknik Audio Video) memliki peluang yang baik mengantisipasi pemenuhan kebutuhan teknisi akan layanan purna jual (perbaikan) dari kepemilikan sebagian besar masyakat yaitu televisi LCD/LED. Meskipun ada halangan pada media proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memiliki pengalaman yang berarti (pembelajaran langsung), yaitu media praktek yang relatif mahal dalam pengadaan televisi LCD/LED untuk mendalami tentang teknik untuk menjadi teknisi televisi LCD/LED.
Tapi sebagai guru produktif merupakan instruktur yang mengajar mata pelajaran kejuruan Teknik Audio Video juga harus mempunyai peran dalam memberikan masukan/solusi pada sekolah untuk pemenuhan tuntutan dan kebutuhan media pembelajaran praktek di sekolah. Misal pengadaan media pembelajaran praktek tidak harus baru, tetapi bisa malakukan pengadaan memanfaatkan bekas/seken yang dijual oleh pasar loak yang memiliki kondisi tidak terlalu parah tetapi dengan harga yang sanagat terjangkau oleh sekolah. Hal ini memungkinkan untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam mendalami tentang teknik mejadi teknisi televisi LCD/LED.
Menemukan televisi LCD/LED televisi bekas/seken sekarang ini tidak terlalu sulit ditemukan, karena memang barang ini tidak asing dan harga televisi LCD/LED bekas/seken tidak terlalu mahal. Tidak seperti harga baru yang mencapai 3 – 4 jutaan denngan ukuran sekitar 32 Inci sedangan kalau bekas hanya sekitar 2 – 5 ratuan ribu. Sehingga bila digunakan pada media pembelajaran praktek barang bekas/seken ini masih memberikan manfaat yang sangat banyak. Dengan kata lain peserta didik dapat menggunakan untuk pengenalan bagian-bagian televisi LCD/LED serta dapat mengenali standar operasional prosedur penanganan perbaikan televisi LCD/LED.
Mencermati era sekarang ini banyak masyarakat yang memilki televisi LCD/LED, ini akan membuka peluang Sekolah Menengah Kejuruan Kompetensi Keahlian Teknik Aaudio Video untuk lebih siap menghadapi problematika yang ada nantinnya di masyarakat ( purna jual / perbaikan ). Sedangakan sekolah sendiri untuk pemenuhan media pembelajaran televisi LCD/LED dirasa realatif mahal untuk pemenuhan peserta didik belajar bagian-bagian televisi dan standar opersional prosedur penanganan perbaikannya.
Sehingga diharapkan guru produktif mampu memberikan masukan/solusi tentang kesulitan sekolah untuk pemenuhan media pembelajaran Praktek televisi LCD/LED dengan cara pengadaan barang bekas/seken yang harganya jauh lebih murah sekitar 2 – 5 ratus ribuan dibanding televisi LCD/LED baru yang mencapai 3 - 4 Jutaan dengan hasil yang tidak jauh berbeda pada pembelajaran bagian-bagian televisi LCD/LED serta standar opersional prosedur penanganan perbaikannya.
Dengan demikian sekolah dapat meningkatan kompetensi peserta didik kejuruan perbaikan televisi lcd/led tidak harus mahal. Dengan kata lain “ Harga bekas ilmu membekas dan belajar tidak harus mahal “.
Versi cetak
PERMASALAHAN & SOLUSI PENGAJARAN SISWA DALAM PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMKN 1 SIDOARJO Oleh : Drs. Abdul Choji ABSTRAK &n...
PEMANFAATAN BUKU “SIDOARJO TEMPO DOELOE” SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA DI SMK NEGERI 1 DI SIDOARJO EKA OCTAVIYANTI...
SISWA BERMASALAH PERLU DIDAMPINGI BUKAN DIHAKIMI (Oleh : Wartini, S.Pd., M.Si.) Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar. Di san...
MENUMBUHKAN NILAI-NILAI INTEGRITAS DI LINGKUNGAN SMK NEGERI 1 SIDOARJO MELALUI PERANAN KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN SISWA DALAM GERAKAN ANTI MENYONTEK MUHAMMAD KAMIM PRANATA LABORATO...
Kompetensi Guru PPKn sebagai “ character builder” dalam upaya Penguatan Pendidikan karakter untuk menjaga eksistensi bangsa Oleh : Muhamad Hari Purnomo Hadi, S....
MENGHADIRKAN PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN STRATEGI MOVIE LEARNING PADA BIMBINGAN TIK DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO Zia Nailillah Guru Bimbingan TIK SMK Negeri 1 Sidoarjo zianailillah@gm...
Berikan pendapatmu dari Web SMKN 1 Sidoarjo
![]() | Visitors | : | 809279 Visitor | ||||
![]() | Hits | : | 1730123 hits | ||||
![]() | Month | : | 523271 Users | ||||
| Today | : | 461 Users | ||||
![]() | Online | : | 5 Users | ||||